Pelatihan Psychological First Aid (PFA) atau Dukungan Psikologis Awal (DPA)

Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Pekalongan (DPMPPA) melaksanakan Kegiatan Pelatihan Psychological First Aid (PFA) atau Dukungan Psikologis Awal (DPA) pada hari Rabu, 24 Juni 2026 di Aula Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Pekalongan.
Kegiatan ini diikuti oleh Kader Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) dari 27 kelurahan se-Kota Pekalongan, perwakilan Forum Anak Kota Pekalongan, serta Forum Anak Kecamatan se-Kota Pekalongan. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas peserta dalam memberikan dukungan psikologis awal kepada perempuan dan anak yang mengalami permasalahan maupun kekerasan, sekaligus memperkuat peran mereka sebagai garda terdepan di lingkungan masing-masing.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan, Pemenuhan Hak Anak dan Perlindungan Perempuan Anak (P3HAPPA) DPMPPA Kota Pekalongan, Endah Wulandari, S.Psi. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran Kader SAPA sebagai mitra pemerintah dalam upaya perlindungan perempuan dan anak di tingkat kelurahan. Selain itu, Forum Anak juga memiliki peran strategis sebagai konselor sebaya yang mampu menjadi tempat berbagi cerita, memberikan dukungan awal, serta menjadi pelopor dan pelapor apabila menemukan indikasi kekerasan maupun permasalahan yang dialami oleh anak di lingkungan sekitarnya.
Materi pelatihan disampaikan oleh Immatulfathina P., S.Psi., M.Psi., Psikolog. Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa Dukungan Psikologis Awal (DPA) merupakan bantuan awal yang bertujuan membantu seseorang merasa aman, didengar, didukung, dan terhubung dengan bantuan yang dibutuhkan. Narasumber juga memperkenalkan prinsip utama DPA yaitu Look (mengamati), Listen (mendengarkan), dan Link (menghubungkan), yang dapat diterapkan oleh first responder saat memberikan pendampingan awal kepada korban maupun individu yang mengalami tekanan psikologis. Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai asesmen awal untuk mengidentifikasi kebutuhan korban, menilai risiko keselamatan, memahami kondisi fisik dan psikologis, serta menentukan layanan rujukan yang sesuai. Materi juga menekankan pentingnya mendengarkan secara aktif, tidak menghakimi korban
Kegiatan ini diikuti oleh Kader Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) dari 27 kelurahan se-Kota Pekalongan, perwakilan Forum Anak Kota Pekalongan, serta Forum Anak Kecamatan se-Kota Pekalongan. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas peserta dalam memberikan dukungan psikologis awal kepada perempuan dan anak yang mengalami permasalahan maupun kekerasan, sekaligus memperkuat peran mereka sebagai garda terdepan di lingkungan masing-masing.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan, Pemenuhan Hak Anak dan Perlindungan Perempuan Anak (P3HAPPA) DPMPPA Kota Pekalongan, Endah Wulandari, S.Psi. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran Kader SAPA sebagai mitra pemerintah dalam upaya perlindungan perempuan dan anak di tingkat kelurahan. Selain itu, Forum Anak juga memiliki peran strategis sebagai konselor sebaya yang mampu menjadi tempat berbagi cerita, memberikan dukungan awal, serta menjadi pelopor dan pelapor apabila menemukan indikasi kekerasan maupun permasalahan yang dialami oleh anak di lingkungan sekitarnya.
Materi pelatihan disampaikan oleh Immatulfathina P., S.Psi., M.Psi., Psikolog. Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa Dukungan Psikologis Awal (DPA) merupakan bantuan awal yang bertujuan membantu seseorang merasa aman, didengar, didukung, dan terhubung dengan bantuan yang dibutuhkan. Narasumber juga memperkenalkan prinsip utama DPA yaitu Look (mengamati), Listen (mendengarkan), dan Link (menghubungkan), yang dapat diterapkan oleh first responder saat memberikan pendampingan awal kepada korban maupun individu yang mengalami tekanan psikologis. Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai asesmen awal untuk mengidentifikasi kebutuhan korban, menilai risiko keselamatan, memahami kondisi fisik dan psikologis, serta menentukan layanan rujukan yang sesuai. Materi juga menekankan pentingnya mendengarkan secara aktif, tidak menghakimi korban
PRINT +
DOWNLOAD PDF