DPMPPA Kota Pekalongan Gelar Pelatihan Manajemen Stres bagi Pendamping Layanan Perlindungan Perempuan dan Anak

Kota Pekalongan – Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Pekalongan menyelenggarakan Pelatihan Manajemen Stres pada Kamis, 9 Juli 2026 bertempat di Howard Johnson Kota Pekalongan. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia bagi para pendamping layanan perlindungan perempuan dan anak yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala DPMPPA Kota Pekalongan, Bapak Sriyana. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini dapat terselenggara melalui pendanaan Dana Alokasi Khusus (DAK). Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan para pendamping dalam menerima, menangani, serta memberikan pendampingan terhadap berbagai kasus perempuan dan anak yang terjadi di Kota Pekalongan. Dengan kemampuan mengelola stres yang baik, diharapkan para pendamping dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal, profesional, dan tetap menjaga kesehatan mentalnya.

Peserta kegiatan terdiri dari unsur Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA), Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) Kelurahan, Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak (RPPA) Kecamatan Berdaya, UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA), serta Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Kota Pekalongan.

Materi pelatihan disampaikan oleh Immatulfathina P., S.Psi., M.Psi., Psikolog, yang menjelaskan bahwa stres merupakan hal yang normal dialami setiap orang. Peserta diberikan pemahaman mengenai perbedaan eustress dan distress, cara mengenali sumber serta gejala stres, dan berbagai strategi sederhana untuk mengelola stres agar tetap mampu menjalankan tugas pendampingan secara optimal..

Melalui pelatihan ini diharapkan para peserta mampu mengenali sumber-sumber stres yang dihadapi dalam menjalankan tugas pendampingan, memahami hal-hal yang dapat dikendalikan maupun yang berada di luar kendali, serta menerapkan strategi pengelolaan stres yang sehat. Dengan demikian, para pendamping diharapkan tetap memiliki kesehatan mental yang baik